Rabu, 27 September 2017

Cerita Motivasi : MIMPI SEORANG GADIS KECIL

Nah, sekarang saya akan menulis cerita motivasi. Sebelumnya saya minta maaf apabila ceritanya kurang bermanfaat :) selamat membaca ;)


         MIMPI SEORANG GADIS KECIL
".......jauh disana, di tempat sang surya terbit, terdapat harapan-harapan yang paling tinggi. Aku mungkin tak berhasil meraihnya, namun aku dapat memandang ke atas dan menyaksikan keindahannya, lalu meyakininya dan berusaha mengikuti harapan-harapan tersebut...." Pada awal tahun 1950-an, di sebuah kota kecil di California Selatan, seorang gadis kecil mengembalikan lagi setumpuk buku ke meja perpustakaan. Gadis kecil itu sering mengunjungi perpustakaan hanya untuk mencari buku-buku yang bermutu. Saat di hadapan pegawai perpustakaan, mata gadis kecil itu tertuju pada sebuh kumpulan buku di pajangan rak khusus, lalu gadis kecil itu berkata "Suatu saat nanti, aku ingin menjadi penulis seperti mereka." Pegawai perpustakaan memandangnya sambil tersenyum, senyum memberi semangat. Dan pegawai perpustakaan itu berkata "Apabila kamu nanti menulis buku, bawalah karyamu ke perpustakaan kami, kami akan memajangnya di tempat khusus." Gadis kecil itu menatap pegawai perpustakaan sambil mengangguk-angguk dan berkata seolah-olah berkata kepada dirinya sendiri "Aku akan berjanji untuk melakukannya."


Menjelang dewasa dan berumahtangga masih belum ada buku yang ditulisnya, hingga pada akhirnya dia meyakini pada suatu hal bahwa dia mempunyai sesuatu untuk di ceritakan dan mulai menulis buku. Usahanya tidak langsung membuahkan hasil, karyanya ditolak oleh penerbit. Kekecewaan melanda dirinya, hingga semua buku ditepiskannya dari hadapannya. Beberapa tahun kemudian, mimpi lamanya muncul kembali, dan dia kembali menulis, lalu mengirimkannya ke suatu penerbit. Butuh waktu dua tahun, hingga pada akhirnya seorang tukang pos datang membawakan sebuah bingkisan dan satu amplop surat. Ketika dibukanya, dia menangis terharu, begitu lama menanti untuk meraih impian. Seketika dia teringat akan ucapan seorang pegawai perpustakaan yang berkata "Apabila kamu nanti menulis buku, bawalah buku tersebut ke perpustakaan kami, kami akan memajangnya di tempat khusus tersebut." Mimpi seorang gadis kecil itu terwujud pada saat umurnya hampir mencapai empat puluh tahun, mimpi yang sederhana, hanya ingin karyanya terpajang pada sebuah rak khusus di perpustakaan tempat dia dulu sering meminjam buku. 


Nahh, maknanya impian apapun capailah, tanpa peduli bahwa kita telah gagal berulang kali karena kita dapat belajar dari kesalahan tersebut. Dari kegagalan yang berulang ulang maka tercapailah hasil yang terbaik dan memuaskan kita.

Senin, 18 September 2017

Terlalu Berlebihan Berharap

 

        Terlalu Berlebihan Berharap

Terlalu berlebihan berharap untuk hidup tanpa rasa sakit, 
Adalah salah berharap untuk hidup tanpa rasa sakit, 
Karena rasa sakit adalah pertahanan tubuh kita.
Tak peduli seberapa tak sukanya kita, 
Dan tak ada yang suka rasa sakit, 
Rasa sakit itu penting, 
Dan kepada rasa sakitlah kita harus berterima kasih. 

Bagaimana lagi kita bisa tahu,
Untuk menarik tangan kita dari api? 
Jari kita dari belati? 
Kaki kita dari duri? 
Jadi rasa sakit itu penting
Dan kepada rasa sakitlah kita harus berterima kasih.

Namun,  
Ada sejenis rasa sakit yang tak ada gunanya, 
Itulah rasa sakit kronis,
Itulah pasukan elite rqsa sakit yang bukan untuk pertahanan,
Itu adalah kekuatan yang menyerang,  
Penyerang dari dalam, 
Penghancur kebahagian pribadi, 
Penyerang ganas bagi kampuan pribadi, 
Penyerbu tak kenal lelah bagi kedamaian pribadi, 
Dan,  pelecahan berkelanjutan bagi hidup! 

Rasa sakit kronis adalah aral rintang terberat bagi pikiran.
Kadang rasa sakit itu nyaris mustahil untuk dilampaui, 
Namun,  kita harus tetap mencoba, 
Dan mencoba, 
Dan mencoba, 
Sebab jika tidak,  ia akan menghancurkan kita. 

Dan 
Dari pertempuran itu akan muncul hal-hal yang baik, 
Kepuasan penaklukan rasa sakit. 
Pencapaian kebahagiaan dan kedamaian, 
Pada kehidupan sekalipun darinya.
Ini sungguhlah suatu pencapaian, 
Pencapaian yang sangat istimewa,  sangat pribadi, 
Rasa akan ketakutan,
Kekuatan batiniah, 
Yang harus dialami untuk bisa dipahami.

Jadi, kita semua harus menerima rasa sakit
Sekalipun rasa sakit yang merusak.
Karena itu bagian dari segala sesuatu, 
Dan pikiran dapat mengatasinya, 
Dan pikiran akan menjadi lebih kuat dalam mengalaminya. 



Berikut merupakan puisi dari Jonathan Wilson-Fuller yang diikut sertakan pada buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya.